Mahasantri STIT Ihsanul Fikri Ikuti Pelatihan Ketahanan Pangan di Sekolah Tani Temanggung

Temanggung – Sebanyak 12 mahasantri akhwat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ihsanul Fikri mengikuti Pelatihan Ketahanan Pangan yang diselenggarakan di Sekolah Tani Temanggung pada Sabtu, 27 Juni 2026 hingga Senin, 29 Juni 2026. Kegiatan selama tiga hari ini menjadi bagian dari penguatan kompetensi mahasantri dalam membangun kemandirian, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap ketahanan pangan berbasis masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, para mahasantri didampingi oleh Bapak Pamela Maher Wijaya, S.Sos.I., M.S.I. selaku dosen pendamping kegiatan. Sementara itu, seluruh rangkaian pelatihan difasilitasi oleh Bapak Soleh, Ketua Yayasan Sekolah Tani Temanggung, yang membimbing peserta dalam memahami konsep dan praktik pertanian serta peternakan berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembekalan ruhiyah melalui Malam Bina Iman dan Takwa (MABIT). Kegiatan ini bertujuan memperkuat spiritualitas, membangun karakter, serta menanamkan nilai-nilai keislaman sebagai fondasi sebelum peserta mengikuti pelatihan teknis di lapangan. Integrasi antara pembinaan ruhiyah dan penguatan keterampilan menjadi ciri khas program ini, sehingga mahasantri memperoleh bekal yang utuh, baik dari sisi kepribadian maupun kompetensi.
Pada hari-hari berikutnya, peserta mengikuti berbagai pelatihan praktik ketahanan pangan yang meliputi peternakan bebek, peternakan kambing, budidaya tanaman cabai (lombok), serta budidaya melon. Seluruh kegiatan dilaksanakan secara partisipatif dengan pendekatan praktik langsung di lapangan, sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh pengalaman mengenai teknik budidaya, pengelolaan usaha, hingga strategi pengembangan pertanian dan peternakan yang produktif dan berkelanjutan.
Dosen pendamping kegiatan, Bapak Pamela Maher Wijaya, S.Sos.I., M.S.I., menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan implementasi pendidikan yang mengintegrasikan aspek intelektual, spiritual, dan keterampilan hidup (life skills). Menurutnya, mahasantri perlu dibekali kemampuan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu, tetapi juga memiliki kecakapan untuk memberdayakan masyarakat melalui pengembangan sektor pertanian dan peternakan.
Sementara itu, Bapak Soleh, Ketua Yayasan Sekolah Tani Temanggung, mengapresiasi semangat belajar para mahasantri STIT Ihsanul Fikri. Ia berharap pengalaman selama tiga hari pelatihan dapat menjadi bekal bagi para peserta untuk mengembangkan jiwa kemandirian, kewirausahaan, dan kepedulian terhadap ketahanan pangan di lingkungan masing-masing.
Melalui kegiatan ini, STIT Ihsanul Fikri menegaskan komitmennya dalam menyelenggarakan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu keislaman, tetapi juga pada pengembangan kompetensi praktis yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Sinergi antara pembinaan karakter, penguatan spiritual, dan keterampilan kewirausahaan diharapkan mampu melahirkan lulusan yang berakhlak mulia, mandiri, adaptif, serta siap berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi umat.